Pages

Selasa, 15 Oktober 2013

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi


1. Segmentasi  Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisis perbedaan antara pembeli di pasar.

 a. Segmentasi dan Kepuasan Konsumen
Menurut Philip Kotler dalam bukunya Principle of Marketing, kepuasan konsumen adalah      hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya. Kepercayaan konsumen merupakan hal yang ingin di dapat setiap perusahaan dari para konsumennya.
a. Kepuasan Konsumen
Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja ( hasil) suatu produk dengan harapannya.
Kepuasan konsumen terbagi menjadi 2 : 
a.       Kepuasan Fungsional, merupakan kepuasan yang diperoleh dari fungsi atau pemakaian suatu produk. Misal : karena makan membuat perut kita menjadi kenyang.
b.      Kepuasan Psikologikal, merupakan kepuasan yang diperoleh dari atribut yang bersifat tidak berwujud. Misal : Perasaan bangga karena mendapat pelayanan.
b. Segmentasi dan Profitabilitas

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Dengan demikian bagi investor jangka panjang akan sangat berkepentingan dengan analisa profitabilitas ini.
Hubungan antara kepuasan pelanggan dan profitabilitas sangatlah erat. Studi yang menunjukkan hal ini, terutama sepanjang dekade 80-an dan awal 90-an sudah sangat banyak. Secara logikapun, pelaku bisnis juga dengan mudah meyakini adanya hubungan antara dua hal ini.Kepuasan pelanggan pada dasarnya adalah fungsi dari harapan dan persepsi terhadap kinerja suatu merek setelah pelanggan menggunakan atau mendapatkan pelayanan. Di   lain pihak, loyalitas adalah fungsi kepuasan pelanggan.
       Faktor lain yang terutama adalah switching barrier dan personal loyalty. Jadi, pelanggan yang puas, tidaklah 100% akan loyal karena adanya kedua faktor tersebut. Tetapi adalah masih benar bahwa pelanggan yang puas, akan mempunyai kecenderungan untuk loyal terhadap merek tersebut. Dan dapat dilihat juga dari tingkat efisiensi proses produksi, berdayakan orang-orang yang berdedikasi melalui kepemimpinan, serta kompensasi yang sesuai.
1.  Tingkatkan Efisiensi Proses Produksi  Proses produksi yang efisien akan menghasilkan penghematan. Semakin berhemat,  semakin rendah pula biaya produksi. Dengan semakin rendahnya biaya produksi, maka   margin keuntungan juga samakin tinggi. Terapkan prinsip-prinsip “Total Quality     Management” sistem produksi Anda untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.
2.  Berdayakan Orang-orang Yang Berdedikasi Melalui Kepemimpinan
Manusia adalah sumberdaya terpenting dalam organisasi Anda. Semakin tinggi tingkat penghargaan Anda pada aspek manusia, semaking tinggi pula tingkat kemampuan untuk  menciptakan keberhasilan organisasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan organisasi yang efektif, Anda akan mampu membawa organisasi Anda ke level yang lebih  tinggi dan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pula.
3.  Kompensasi Yang Sesuai Manusia ingin dihargai
 Jika Anda membayar lebih rendah dibandingkan kemampuan dan usaha yang sudah mereka berikan bagi organisasi Anda, mereka akan merasa dirugikan. Jika mereka merasa dirugikan, maka sebaiknya Anda jangan berharap mereka akan  memberikan yang terbaik bagi organisasi Anda. Jika kita melihat negara-negara yang sistem ekonominya telah maju, kita melihat bahwa sistem kompensasi yang diterapkan merefleksikan kinerja.
·      
c. penggunaan segmentasi dalam strategi pemasaran
Faktor penting lain yang harus diperhitungkan ketika mengembangkan strategi pemasaran untuk konsumen adalah "segmentasi pasar". Segmentasi pasar berarti membagi pelanggan potensial perusahaan ke dalam berbagai segmen atau kelompok (misalnya, berdasarkan usia, jenis kelamin, agama, lokasi, dll) dan kemudian memfokuskan strategi pemasaran pada satu atau lebih kelompok-kelompok. Bila menggunakan segmentasi pasar, penting untuk menentukan apa faktor-faktor yang akan dipertimbangkan. Faktor-faktor yang disebut variabel segmentasi. Variabel segmentasi perlu berhubungan dengan kebutuhan, penggunaan, atau perilaku terhadap produk atau jasa. Sebagai contoh, produsen gitar akustik akan paling mungkin segmen pasar berdasarkan usia, yaitu, strategi pemasaran mereka akan dirancang untuk menarik dan mempengaruhi remaja.
Sumber daya dan kemampuan perusahaan untuk menentukan jumlah dan ukuran segmen pasar yang mereka dapat berharap untuk menarik dengan strategi pemasaran mereka. Jenis produk dan layanan, serta variasi dalam kebutuhan pelanggan mereka, akan memainkan peran dalam ukuran dan jumlah segmen pasar yang ditargetkan. Memilih variabel segmentasi yang tepat adalah bagian penting dalam penargetan pasar konsumen tertentu. Memilih variabel segmentasi yang tepat adalah bagian penting dalam penargetan pasar konsumen tertentu.
Segmentasi pasar merupakan tindakan untuk mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah yang mungkin membutuhkan produk dan bauran pemasaran yang tersendiri. Pada penelitian ini basis segmentasi yang digunakan adalah gaya hidup yang dapat mempengaruhi bauran pemasaran dan preferensi terhadap bauran pemasaran dari E-Commerce. Ini berarti basis segmentasi ini dilihat dari perilaku mereka terhadap bauran pemasaran. Dengan kesamaan karakteristik perilaku yang berpengaruh terhadap bauran pemasaran ini diharapkan setiap segmen yang terbentuk dapat didekati dengan penawaran yang tepat sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dari masing-masing segmen. 
Dari kedelapan elemen bauran pemasaran yang digunakan terdapat 6 elemen yang signifikan dalam membedakan antar segmen, yaitu :
1.      Produk
2.      promosi 
3.      bukti fisik 
4.      komunitas 
5.      proses 
6.      harga 
Dua yang lain yaitu tempat dan perubahan ternyata untuk tingkat kepercayaan 95% tidak dapat digunakan untuk membedakan segmen. Ini berarti setiap segmen mempunyai preferensi bauran pemasaran yang sama terhadap kedua elemen tersebut.

2. Rencana Perubahan
1. Analisis konsumen dan kebijakan sosial

    Analisis konsumen berguna untuk melihat bagaimana konsumen mengambil keputusan dan peran pemasaran di dalamnya.
Pengambilan Keputusan Konsumen
Proses pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang mengalami berbagai pentahapan sebagai berikut:
1. Analisis Kebutuhan. Konsumen merasa bahwa dia membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginannya. Kebutuhan itu bisa dibangkitkan oleh dirinya sendiri ataupun stimulus eksternal. Stimulus bisa melalui lingkungan bergaul, sesuatu yang dilihat, ataupun dari komunikasi produk atau jasa perusahaan lewat media massa, brosur, dan lain-lain.
2. Pencarian Informasi. Setelah kebutuhan itu dirasakan, konsumen kemudian mencari produk ataupun jasa yang bisa memenuhi kebutuhannya.
3. Evaluasi Alternatif. Konsumen kemudian mengadakan evaluasi terhadap berbagai alternatif yang tersedia mulai dari keuntungan dan manfaat yang dia peroleh dibandingkan biaya yang harus ia keluarkan.
4. Keputusan Pembelian. Konsumen memutuskan untuk membeli merek tertentu dengan harga tertentu, warna tertentu.
5. Sikap Paska Pembelian. Sikap paska pembelian menyangkut sikap konsumen setelah membeli produk ataupun mengkonsumsi suatu jasa. Apakah dia akan puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan produk atau jasa tersebut atau tidak.

Analisis Kebijakan Sosial
Analisis kebijakan (policy analysis) dapat dibedakan dengan pembuatan atau pengembangan kebijakan (policy development). Analisis kebijakan tidak mencakup pembuatan proposal perumusan kebijakan yang akan datang. Analisis kebijakan lebih menekankan pada penelaahan kebijakn yang sudah ada. Sementara itu, pengembangan kebijakan lebih difokuskan pada proses pembuatan proposal perumusan kebijakan yang baru.
Namun demikian, baik analisis kebijakan maupun pengembangan kebijakan keduanya memfokuskan pada konsekuensi-konsekuensi kebijakan. Analisis kebijakan mengkaji kebijakan yang telah berjalan, sedangkan pengembangan kebijakan memberikan petunjuk bagi pembuatan atau perumusan kebijakan yang baru.
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa analisis kebijakan sosial adalah usaha terencana yang berkaitan dengan pemberian penjelasan (explanation) dan preskripsi atau rekomendasi (prescription or recommendation) terhadap konsekuensi-konsekuensi kebijakan sosial yang telah diterapkan. Penelaahan terhadap kebijakan sosial tersebut didasari oleh oleh prinsip-prinsip umum yang dibuat berdasarkan pilihan-pilihan tindakan sebagai berikut:
1. Penelitian dan rasionalisasi yang dilakukan untuk menjamin keilmiahan dari analisis yang dilakukan.
2. Orientasi nilai yang dijadikan patokan atau kriteria untuk menilai kebijakan sosial tersebut berdasarkan nilai benar dan salah.3. Pertimbangan politik yang umumnya dijadikan landasan untuk menjamin keamanan dan stabilitas.
2. Perubahan Struktur Pasar Konsumen
Struktur Pasar Konsumen - Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli:
a. Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
·      Jumlah penjual dan pembeli banyak
·      Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
·      Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
·      Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
·      Posisi tawar konsumen kuat
·      Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
·      Sensitif terhadap perubahan harga
·      Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar


b. Pasar Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik :
·      Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
·      Mirip dengan pasar persaingan sempurna
·      Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
·      Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
·      Relatif mudah keluar masuk pasar
c. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli :
·      Harga produk yang dijual relatif sama
·      Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
·      Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
·      Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
d. Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
·      Hanya terdapat satu penjual atau produsen
·      Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli


Sumber :


Senin, 14 Oktober 2013

Perilaku Konsumen

Bab I
Pendahuluan

1. Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses dan aktifitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevalusian produk dan jasa demi memenuhi kebutujan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.
Maka konsumsi seseorang itu tergantung pada : pendapatan, pendidikan kebiasaan dan kebutuhan. Adapun pengetrian perilaku konsumen, yaitu tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki dan memoerbaiki sutu peroduk dan jasa mereka.
James F Engel Perilaku konsumen di definisikan tindak-tindakan individu secara langsung terlibata dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomi termasuk proses pengambilan kepustusan yang mendahuli dan menentukan tindakan tindakan tersebut (1988:8)
Gerald Zaltman Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses dan hubungan sosial yang di lakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dan mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai sutu akibat dari pengalaman dengan produk, pelayanan dan dumber-sumber lainya. (1979:6)

2. Pemikiran yang Benar Tentang Konsumen
1.      Konsumen adalah RAJA
2.      Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian.
3.      Perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasif yangmenghadapi konsumen secara serius sebagai pihak yang berkuasa dan denganmaksud tertentu
4.      Bujukkan dan pengaruh konsumen memiliki hasil yangmenguntungkan secara sosial asalkan pengamanan hukum, etika, dan moralberada pada tempatnya untuk mengekang upaya manipulasi.
Bila ke empat premis ini diabaikan, konsekuensinya hampir selalu negatif. Kamimemberik contoh dari hasil pemikiran yang benar maupun yang salah mengenaikonsumen. Kami lebih jauh mendemonstrasikan bahwa penelitian konsumen, biladitanggapi dan ditafsirkan dengan benar, 
memberikan masukan yang esensial untukstrategi pemasaran yang baik dalam organisasi yang 
mencari laba maupun yang tidakmencari laba. Akhirnya, penelitian juga berfungsi sebagai basis untuk pendidikan danperlindungan konsumen, dan melengkapi informasi yang penting untuk 
keputusan kebijakkan umum.

3. Penelitian Konsumen sebagai Bidang Ilmu Dinamis
Konsumen sebagai ilmu yang  dinamis dikarenakan proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan.
Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih konsumennya.



Sumber :



Rabu, 05 Juni 2013

Filmography Kristen Stewart

Filmography



YearTitleRoleNotes
1999The Thirteenth YearGirl in Fountain LineTV movie; uncredited
2000The Flintstones in Viva Rock VegasRing Toss GirlUncredited
2001The Safety of ObjectsSam Jennings
2002Panic RoomSarah Altman
2003Cold Creek ManorKristen Tilson
2004SpeakMelinda Sordino
2004Catch That KidMaddy
2004UndertowLila
2005Fierce PeopleMaya Osbourne
2005ZathuraLisa
2007The MessengersJessica "Jess" Solomon
2007In the Land of WomenLucy Hardwicke
2007The Cake EatersGeorgia
2007Into the WildTracy Tatro
2007CutlassYoung RobinShort
2008JumperSophieCameo
2008What Just HappenedZoe
2008TwilightBella Swan
2009AdventurelandEmily "Em" Lewin
2009The Twilight Saga: New MoonBella Swan
2010The Yellow HandkerchiefMartine
2010The RunawaysJoan Jett
2010The Twilight Saga: EclipseBella Swan
2010Welcome to the RileysMallory
2011The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1Bella Swan-Cullen
2012Snow White and the HuntsmanSnow White
2012The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2Bella Cullen
2012On the RoadMarylou


Everything At Once | Lenka


                                                        As sly as a fox, as strong as an ox
Licik seperti rubah, kuat seperti banteng
As fast as a hare, as brave as a bear
Cepat seperti kelinci, berani seperti beruang
As free as a bird, as neat as a word
Bebas seperti burung, rapi seperti kata
As quite as a mouse, as big as a house
Diam seperti tikus, besar seperti rumah

All I wanna be, all I wanna be, oh
Aku ingin menjadi, aku ingin menjadi
All I wanna be is everything
Aku ingin menjadi semuanya
Everything at once, everything at once, ooh
Menjadi semua itu, menjadi semua itu 
Everything at once
Menjadi semua itu 

As mean as a wolf, as sharp as a tooth
Jahat seperti serigala, tajam seperti gigi
As deep as a bite, as dark as the night
Dalam seperti gigitan, gelap seperti malam
As sweet as a song, as right as a wrong
Manis seperti lagu, benar seperti salah
As long as a road, as ugly as a toad
Jauh seperti jalan, jelek seperti katak

As pretty as a picture hanging from a fixture
Cantik seperti gambar yang tergantung di bingkai
Strong like a family, strong as I wanna be
Kuat seperti keluarga, kuat seperti yang kuinginkan
Bright as day, as light as play
Terang seperti siang, ringat seperti sandiwara
As hard as nails, as grand as a whale
Keras seperti paku, besar seperti paus

All I wanna be, all I wanna be, oh
Aku ingin menjadi, aku ingin menjadi
All I wanna be is everything
Aku ingin menjadi semuanya
Everything at once, everything at once, ooh
Menjadi semua itu, menjadi semua itu
Everything at once
Menjadi semua itu

As warm as the, the sun, as silly as fun
Hangat seperti mengari, konyol seperti senang-senang
As cool as a tree, as scary as the sea
Keren seperti pohon, menakutkan seperti laut
As hot as fire, cold as ice
Panas seperti api, dingin seperti es
Sweet as sugar and everything nice
Manis seperti gula dan segala yang indah

As old as time, as straight as a line
Tua seperti waktu, lurus seperti garis
As royal as a queen, as buzzed as a bee
Mulia seperti ratu, berisik seperti lebah
Stealth as a tiger, smooth as a glide
Tangguh seperti harimau, mulus seperti terbang 
Pure as a melody, pure as I wanna be
Murni seperti melodi, murni seperti yang kuinginkan

All I wanna be, all I wanna be, oh
Aku ingin menjadi, aku ingin menjadi
All I wanna be is everything
Aku ingin menjadi semuanya
Everything at once, everything at once, ooh
Menjadi semua itu, menjadi semua itu
Everything at once
Menjadi semua itu


Just Give Me A Reason | Pink feat. Nate Ruess

Right from the start, you were a thief
Sejak awal, kau adalah pencuri
You stole my heart and
Kau curi hatiku dan
I your willing victim
Akulah korbanmu yang rela
I let you see the parts of me
Kubiarkan kau melihat bagian-bagian diriku
That weren't all that pretty
Yang tak semuanya indah
And with every touch
Dan dengan setiap sentuhan
You fixed them
Kau sembuhkan semuanya
Now, you've been talking in your sleep
Kini kau sering ngelindur
Oh oh, things you never say to me
Oh oh, hal-hal yang tak pernah kau katakan padaku
Oh oh, tell me that you've had enough
Oh oh, katakanlah kau sudah muak
Of our Love, our Love
Akan cinta kita, cinta kita

CHORUS
Berilah aku satu alasan
Just a little bit's enough
Sedikit saja sudah cukup
Just a second, we're not broken
Sedetik saja, kita tak hancur
Just bent, we can learn to LOVE again
Hanya bengkok, kita bisa belajar mencinta lagi
Oh, it's in the stars
Oh, tertulis di bintang
It's been written in the scars on our hearts
Telah tertulis pada luka-luka di hati kita
We're not broken
Kita tak hancur
Just bent, we can learn to love again
Hanya bengkok, kita bisa belajar mencintai lagi

I'm sorry I don't understand where
Maaf aku tak mengerti darimana
All of these is coming from
Asal semua ini
I thought that we were fine
Dulu kukira kita baik-baik saja
(Oh, we had everything)
(Oh, kita punya segalanya)
Your head is running wild again
Kepalamu  menggila lagi
My dear, we still have everything
Kasih, kita masih punya segalanya
And it's all in your mind
Dan semuanya ada di pikiranmu
(Yeah, but this is happenin')
(yeah, tapi akan terjadi)
You've been having real bad dreams
Kau sering alami mimpi yang sangat buruk
Oh oh, used to lie so close to me
Oh oh, dulu biasanya kau berbaring dekat denganku
Oh oh, there's nothing more than empty sheets
Oh oh, kini hanya ada selimut hampa
Between our love, our love
Di antara cinta kita, cinta kita
Ooooh, our love, our love
Ooooh,  cinta kita, cinta kita
CHORUS

Oh, tear ducts and rust
Oh air mata mengalir dan berkarat
I'll fix it for us
Kan kuperbaiki untuk kita
We're collecting dust
Kita kan kumpulkan debu
But our love's enough
Tapi cinta kita tlah cukup
You're holding it in
Kau mendekapnya
You're pouring a drink
Kau tuangkan minuman
No, nothing is as bad as it seems
Tak ada yang seburuk seperti kelihatannya
We'll come clean
Kita kan membereskannya

CHORUS (2x)

Ooh, we can learn to love again
Ooh, kita bisa belajar mencinta lagi
Ooh, we can learn to love again
Ooh, kita bisa belajar mencinta lagi
Oh, that we're not broken
Oh, bahwa kita tak hancur
Just bent and we can learn to love again
Hanya bengkok dan kita bisa belajar mencinta lagi


Don't You Remember | Adele


                                                            When will I see you again?
Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?
You left with no goodbye, not a single word was said,
Kau pergi tanpa ucapkan selamat tinggal, tanpa sepatah katapun
No final kiss to seal any seams,
Tanpa kecupan terakhir 'tuk akhiri kebersamaan
I had no idea of the state we were in,
Aku tak tahu apa yang terjadi di antara kita

I know I have a fickle heart and bitterness,
Aku tahu hatiku plin-plan dan tak menyenangkan
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
Dan mataku tak mau diam, dan kepalaku penuh masalah

CHORUS
But don't you remember?
Tapi tak ingatkan kau?
Tak ingatkah kau?
The reason you loved me before
Alasanmu dulu mencintaiku
Baby, please remember me once more,
Kasih, ingatlah aku sekali lagi

When was the last time you thought of me?
Kapan terakhir kali kau memikirkanku?
Or have you completely erased me from your memory?
Ataukah kau telah sepenuhnya menghapusku dari ingatanmu?
I often think about where I went wrong
Sering kuberpikir dimanakah salahku
The more I do, the less I know,
Semakin banyak yang kulakukan, semakin sedikit yang kutahu

But I know I have a fickle heart and bitterness,
Namun aku tahu hatiku plin-plan dan tak menyenangkan
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
Dan mataku tak mau diam, dan kepalaku penuh masalah

CHORUS

Gave you the space so you could breathe,
Kuberi kau ruang agar kau bisa bernafas
I kept my distance so you would be free,
Kumenjauh agar kau bisa bebas
And hope that you find the missing piece,
Dan kuberharap kau kan temukan kepingan yang hilang itu
To bring you back to me,
Yang kan membawamu kembali padaku

CHORUS

When will I see you again?
Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?





 

(c)2009 Desi Wajarningtias - 11211885. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger